MENEPIS KERAGUAN
Oleh: Muhammad Shofwan Zaim
Manusia tak ada yang sempurna, keraguan pasti pernah ada
pada diri setiap manusia, begitupun calon crew magang Lembaga Press Mahasiswa
(LPM) Idea tahun angkatan 2014 khususnya kelompok 5. Pasca pra workshop, kita
merasa ragu bahwasanya apakah nanti bisa membuat buletin bayangan atau gagal
menyelesaikanya.
Kita merasa
punya tanggung jawab untuk menyelesaikan
membuat bulletin bayangan sebagai persyaratan
untuk bisa masuk LPM Idea. Dengan rasa tanggung jawab itulah kita
menepis keraguan dan kompak menjalankan tugas masing-masing.
Berawal dari rapat pertama di
samping gedung Kantor Lama (KL) kita mendapatkan ide yang nantinya menjadi
dasar terselesaikanya bulletin bayangan. Ada tiga usulan nama bulletin, pertama
dari saya (zaim) mengusulkan nama Emanasi dan menjelaskan arti serta tujuanya,
ke dua yaitu Tri Anggel di usulkan oleh Ryan dan terahir Gamblang oleh Fazat. Dari
ketiga usulan nama tadi ahirnya di sepakati bersama nama bulletin kelompok lima
yaitu Emanasi yang artinya pancaran, tujuanya adalah Emanasi sebagai karya
Mahasiswa nantinya harus mampu memancarkan ide kreatifitas, intelektual, serta
ilmu yang bermanfaat kepada pembaca.
Tugas yang di rasa paling sulit
yaitu menentukan tema, karna jujur dari ke empat anggota kelompok kita belum
punya cukup pengalaman mengenai itu. Setelah
melalu perundingan panjang, mencurahkan segala fikiran serta bimbingan dari
Penanggung Jawab (PJ) kelompok kita , ahirnya menyepakati tema bulletin bayangan
kita adalah “EFEKTIFITAS PERPUSTAKAAN USHULUDDIN”.
Perpustakaan sebagai jantung
kampus, sangat bagus sekali apabila kita bisa memaparkan kelebihan, kekurangan
serta solusi yang di butuhkan. Untuk itu kita mencoba membahas tentang
Efektifitas Perpustakaan Fakultas Ushuluddin. Ternyata benar setelah melakukan
wawancara kepada ketua pengelola perpustakaan yaitu Ibu Swaibah rabo 5/11/14
beliau memaparkan tentang kelebihan dan kekurangan perpustakaan. Salah satu
kekuranganya yaitu belum adanya buku filologi, padehal mata kuliyah filologi
sudah ada sejak lama untuk mahasiswa Tafsir Hadist.
Solusi dari kurang lengkapnya
fasilitas perpustakaan termasuk buku adalah perlunya sinergi antara mahasiswa
dengan pengelola perpustakaan. Ibu suwaibah menuturkan dulu pernah mengadakan
angket yang isinya pertanyaan mengenai
kebutuhan buku bagi mahasiswa . angket tersebut di sebarkan kepada mahasiswa
husunya kerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), namun itu tidak
berjalan sesuai tujuan. Untuk itu pihak pengelola perpustakaan mengucapkan
terimakasih kepada kita jikalau mau berkerjasama untuk mencari solusi bagi
kemajuan perpustakaan fakultas ushuluddin. (redaksi)






0 komentar:
Posting Komentar