Sabtu, 17 Oktober 2015

tidak jadi



MENEPIS KERAGUAN
Oleh: Muhammad Shofwan Zaim
Manusia tak ada yang sempurna, keraguan pasti pernah ada pada diri setiap manusia, begitupun calon crew magang Lembaga Press Mahasiswa (LPM) Idea tahun angkatan 2014 khususnya kelompok 5. Pasca pra workshop, kita merasa ragu bahwasanya apakah nanti bisa membuat buletin bayangan atau gagal menyelesaikanya.
                Kita merasa punya tanggung jawab  untuk menyelesaikan membuat bulletin bayangan sebagai persyaratan  untuk bisa masuk LPM Idea. Dengan rasa tanggung jawab itulah kita menepis keraguan dan kompak menjalankan tugas masing-masing.
Berawal dari rapat pertama di samping gedung Kantor Lama (KL) kita mendapatkan ide yang nantinya menjadi dasar terselesaikanya bulletin bayangan. Ada tiga usulan nama bulletin, pertama dari saya (zaim) mengusulkan nama Emanasi dan menjelaskan arti serta tujuanya, ke dua yaitu Tri Anggel di usulkan oleh Ryan dan terahir Gamblang oleh Fazat. Dari ketiga usulan nama tadi ahirnya di sepakati bersama nama bulletin kelompok lima yaitu Emanasi yang artinya pancaran, tujuanya adalah Emanasi sebagai karya Mahasiswa nantinya harus mampu memancarkan ide kreatifitas, intelektual, serta ilmu yang bermanfaat kepada pembaca.
Tugas yang di rasa paling sulit yaitu menentukan tema, karna jujur dari ke empat anggota kelompok kita belum punya cukup pengalaman mengenai itu.  Setelah melalu perundingan panjang, mencurahkan segala fikiran serta bimbingan dari Penanggung Jawab (PJ) kelompok kita , ahirnya menyepakati tema bulletin bayangan kita adalah “EFEKTIFITAS PERPUSTAKAAN USHULUDDIN”.
Perpustakaan sebagai jantung kampus, sangat bagus sekali apabila kita bisa memaparkan kelebihan, kekurangan serta solusi yang di butuhkan. Untuk itu kita mencoba membahas tentang Efektifitas Perpustakaan Fakultas Ushuluddin. Ternyata benar setelah melakukan wawancara kepada ketua pengelola perpustakaan yaitu Ibu Swaibah rabo 5/11/14 beliau memaparkan tentang kelebihan dan kekurangan perpustakaan. Salah satu kekuranganya yaitu belum adanya buku filologi, padehal mata kuliyah filologi sudah ada sejak lama untuk mahasiswa Tafsir Hadist.
Solusi dari kurang lengkapnya fasilitas perpustakaan termasuk buku adalah perlunya sinergi antara mahasiswa dengan pengelola perpustakaan. Ibu suwaibah menuturkan dulu pernah mengadakan angket  yang isinya pertanyaan mengenai kebutuhan buku bagi mahasiswa . angket tersebut di sebarkan kepada mahasiswa husunya kerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), namun itu tidak berjalan sesuai tujuan. Untuk itu pihak pengelola perpustakaan mengucapkan terimakasih kepada kita jikalau mau berkerjasama untuk mencari solusi bagi kemajuan perpustakaan fakultas ushuluddin. (redaksi)

0 komentar:

Posting Komentar