Rabu, 04 November 2015

desember 2013

Senin, 30 Desember 2013



aku bangun sekitar jam tujuh lebih sedikit. kehidupan terasa gelap, aku keluar menuju kamar mandi untuk cuci muka, sebelum cuci muka aku memandang ke arah timur melihat pemandangan kota semarang yang masih gelap di tutupi mendung dan rintik air hujan.
 aku sadar bahwa hari ini adalah hari ter akhir di tahun 2013, nanti malam  semua orang pada merayakan datangnya tahun baru 2014 di tempatnya masing masing. aku bergegas cuci muka dan mengusapnya. Di depan kaca, sebelah timur tembok kamar mandi, ku pandangi wajahku dari depan samping kanan dan samping kiri, ehh ternya masih sama seperti hari kemaren lusa dan tahun lalu.
 Ada yang membedakan tahun lalu dan tahuun ini pastinya, yaitu kalau tahun lalu aku ber ada di Rembang, sekarang berada Semarang. DI Semarang, aku menuntut ilmu di IAIN Walisongo.  Kalau tahun lalu aku hanya main hp, makan, tidur, ngopi dan segala aktivitas di rumah yang bikin galau, kini di semarang sedikit sibuk dengan rutunitas kuliyah.
Meskipun sekarang sibuk dengan rutinitas kuliyah, namun itu tidak membuatku lantas merasa hidupku sudah berada dalam jalur yang benar. Bahkan kini juga aku merasa sangat ragu, berada dalam posisi yang belum tentu pas dengan keinginanku. Maka, mungkin katainilah yang bisa menggambarkan semua.
”tumbuh dalam ketidak pastian
pelan pelan di hembuskan oleh ketidak mampuan
serasa hidup ini tak lebih dari neraka yang ku bayangkan selama ini
aku akui saat ini aku sering mengabaikan hal yang tak seharusnya aku abaikan
sering merendahkan dan sering meremehkalah yang membuatku ter ombang ambing
mungkin saat ini aku belum bisa merubah hidupku ke 50 derajat apalagi sampai 90 derajat
ke yang lebih baik namun hatin kecilku berharap sekaligus ber do’a suatu saat nanti aku bisa merubah hidupku  lebih baik dan lebih baik lagi sampai 120 derajat
sesuatu di sekekelilingku seolah olah berbicara”




0 komentar:

Posting Komentar