Rabu, 04 November 2015

menurut saya



Alhamdulillah, bedug berkumandang, waktu isyak datang. Di sini, di kamar kos ini aku bersyukur, dapat menyelesaikan tiga mata kuliyah dengan lancar, meski sedikit ketiduran saat di kelas dan absen saat jam pertama.
Saat ini saya ingin bicara soal regenerasi dalam sebuah organisasi. Bicara regenerasi dalam sebuah organisasi adalah hal menarik karna kita akan di hadapkan beberapa masalah sesuai tantangan zaman. Kita yang mempunyai tanggung jawab dalam sebuah organisasi harus sadar betul  mengenai system dan pola kaderisasi agar tongkat estafet kepemimpina dapat terus berjalan.
Saat kita menjadi junior.  Pertama memasuki sebuah organisasi, sering kita puny ide untuk memperbarui sebuah tatanan, karna kita secara tidak langsung tidak akan bisa puas terhadap masa kepemimpinan senior kita. Senior kita juga manusia, dia punya kepentingan pribadi masing-masing. Nah dari melihat beberapa kesalahan senior kita itulah maka pasti muncul ide untuk memperbaiki keadaan.
Misalnya yang paling sepele, yaitu tentang ketepatan waktu dalam sebuah acara. jam molor sudah menjadi tradisi yang mengakar di Indonesia, termasuk organisasi yang ber jargon progresif revolusionerpun bisa di pastikan akan mengalami keterlambatan waktu. Aku tidak tahu akar permasalahan tersebut, yang pasti memang ada kata yang di anggap bijak oleh orang jawa yaitu alon-alon asal kelakon.
Nah apa mungkin budaya terlambat yang ada di negri ini atas dasar kata tersebut? Wallahua’lam. Yang pasti ketika kita menjadi junior yang biyasanya takut terlambat dalam sebuah acara, lalu kita tepat waktu tapi malah para senior yang leda-lede, pada terlambat, maka rasa kesal adalah hal biyasa. Karna rasa kesal tersebutlah rasa ingin memperbaiki organisasi agar bisa on time menjadi ide sederhana yang muncul di saat seperti itu.


0 komentar:

Posting Komentar