Alhamdulillah, bedug berkumandang,
waktu isyak datang. Di sini, di kamar kos ini aku bersyukur, dapat
menyelesaikan tiga mata kuliyah dengan lancar, meski sedikit ketiduran saat di
kelas dan absen saat jam pertama.
Saat ini saya ingin bicara soal regenerasi
dalam sebuah organisasi. Bicara regenerasi dalam sebuah organisasi adalah hal
menarik karna kita akan di hadapkan beberapa masalah sesuai tantangan zaman.
Kita yang mempunyai tanggung jawab dalam sebuah organisasi harus sadar betul mengenai system dan pola kaderisasi agar
tongkat estafet kepemimpina dapat terus berjalan.
Saat kita menjadi junior. Pertama memasuki sebuah organisasi, sering
kita puny ide untuk memperbarui sebuah tatanan, karna kita secara tidak
langsung tidak akan bisa puas terhadap masa kepemimpinan senior kita. Senior
kita juga manusia, dia punya kepentingan pribadi masing-masing. Nah dari
melihat beberapa kesalahan senior kita itulah maka pasti muncul ide untuk
memperbaiki keadaan.
Misalnya yang paling sepele, yaitu
tentang ketepatan waktu dalam sebuah acara. jam molor sudah menjadi tradisi
yang mengakar di Indonesia, termasuk organisasi yang ber jargon progresif
revolusionerpun bisa di pastikan akan mengalami keterlambatan waktu. Aku tidak
tahu akar permasalahan tersebut, yang pasti memang ada kata yang di anggap
bijak oleh orang jawa yaitu alon-alon asal kelakon.
Nah apa mungkin budaya terlambat
yang ada di negri ini atas dasar kata tersebut? Wallahua’lam. Yang pasti ketika
kita menjadi junior yang biyasanya takut terlambat dalam sebuah acara, lalu
kita tepat waktu tapi malah para senior yang leda-lede, pada terlambat, maka
rasa kesal adalah hal biyasa. Karna rasa kesal tersebutlah rasa ingin
memperbaiki organisasi agar bisa on time menjadi ide sederhana yang muncul di saat
seperti itu.







0 komentar:
Posting Komentar