Tertidur
Tadi
malam aku ketiduran, padehal punya janji untuk ngobrol dengan Faiz. Temanku
yang ada di perantauan Kalimantan tersebut ingin ngobrol tentang bisnis. Aku
menduga bahwa di Kalimantan membutuhkan barang dan aku yang di jawa ada tugas
untuk mencari barang dan mengirim ke
Kalimantan.
Ada
rasa salah tersendiri dalam hati, saat janji tak mampu ku tepati karna hal yang
sepele. Padhal aku juga berharap ada peluang bisnis yang menjanjikan. Wah,
memang keteledoranku sangat luar biasa. Inilah kronologinya, tadi malam aku
mengikuti pengajian akbar di FITK Walisongo yang di adakan HMJ PAI. Karna
pembicaranya dari rembang maka aku tertarik untuk hadir.
Sebetulnya
bakda mahrib aku sudah di telefon Faiz, karna di menelpon dari kartu telkomsel
aku suruh untuk matikan dulu biar aku
mencari kartu telkomsel dulu. Aku meneruskan megedit tulisan yang ku persiapkan
untuk blog baruku. Aku juga menulis satu artikel mengenai Sambel Tomat.
Sebelum
pergi ke pengajian,karna merasa lapar aku memasak nasi dulu dan membeli at
goring di warung pinggir gerbang BPI. Baru setelah matang nasinya aku segera
makan dengan lahap dengan si Juplek. Karna merasa bersyukur akan nikmatnya
makan dengan sambel tomat hasilnya selesailah artikel tentang Sambel Tomat.
Setelah
menyelesaikan artikel Sambel Tomat dan mengedit beberapa tulasanku dua tahun
lalu aku segera ke kampus. Hp, netbook aku masukkan ke dalam tas. Aku memakai
sarung dan hem KAMARESA lalu segera meluncur ke FITK. Aku mengambil posisi
duduk di depan dekanat FITK sekitar sepuluh meter di depann panggung utama. Di
depan FITK kebetulan wi-fi nya nyala, aku menyalakan netbook dank ku posting
tulisan yang sudah ku persiapkan sebelumnya.
Aku
tidak bisa focus mendengarkan ceramah yai Syarof, karna aku focus memosting
tulisan. Tetapi sedikit menangkap apa yang di sampaikan yai. Salah satu inti
nasihat beliau adalah, saat ini sedang terdiri krisis keyakinan yang melanda
banyak orang termasuk para pencari ilmu. Nah, yai berharap kepada segenap
mahasiswa UIN Walisongo untuk mennata keyakinan bahwa tuhan telah mempersiapkan
kehidupan kita dan serius untuk menuntut ilmu.
Aku
sedikit merasa tersindir dengan nasihat yai yang ini, sebenarnya banyak nasihat
lain tapi yang paling aku tangkap mengenai hal ini. Saat ini aku yang sering di
landa ketidak percayaan akan masa depan sedikit teobati. Coba bayangkan,
temanku di kampong sudah sukses membeli motor dan bisa membantu orang tuanya
sedang aku masih meminta biaya dari orang tua. Itu membuatku merasa minder
dengan teman sebayaku, bahkan ada beberapa temanku yang sudah menikah.
Untuk
temanku yang sudah menikah ini menambah beban mentalku karna aku yang masih di biayai orang tuaku tidak berani
yang namanya pacaran. Bagiku pacan membutuhkan biaya dan aku belum bisa mebcari
biaya hidupku sendiri. Ah, itulah beberapa penyebab krisis keyakinan yang aku
hadapi. Namun saat ini Alhamdulillah aku mendapat siraman nasihat yang
menyejukkan dari yai.
Aku
merasa dalam jalur yang benar, meski temankunku juga berada dalam jalur yang
benar. Kenapa aku pada jalur yang benar? Karna aku menuntut ilmu untuk aku terapkan pada masyarkat. Cita-citaku ingin
ikut berperan dalam pembangunan sebuah Negara ini yang sampai saat ini masih
saja berada dalam lefel Negara berkembang. Aku ingi ikut memajukan bangsa yang
sangat amat aku cintai.
Itulah
kronologi tadi malam, setelah selesai pengajian aku kembali ke kos. Niatku
ingin menulis lagi, tapi aku tak kuat menahan kantuk yang memaksaku memejamkan
mata. Hape sudah saya persiapkan di genggaman, jikalau Faiz menelpun aku segera
mengangkat. Namun nyatanya aku baru bangun pagi ini dan tak terangkat telefon
dari Faiz.
Aku
melihat hape nokiaku, terlihat ada beberapa miskol dari faiz dan sms juga ada
satu sms pemberitahuan untuk ngupul LPM IDEA. Itulah kronologi cerita tadi
malam. Semangat menulis,,,,,,,.






0 komentar:
Posting Komentar