Rabu, 11 November 2015

Tertidur



Tertidur
                Tadi malam aku ketiduran, padehal punya janji untuk ngobrol dengan Faiz. Temanku yang ada di perantauan Kalimantan tersebut ingin ngobrol tentang bisnis. Aku menduga bahwa di Kalimantan membutuhkan barang dan aku yang di jawa ada tugas untuk mencari  barang dan mengirim ke Kalimantan.
                Ada rasa salah tersendiri dalam hati, saat janji tak mampu ku tepati karna hal yang sepele. Padhal aku juga berharap ada peluang bisnis yang menjanjikan. Wah, memang keteledoranku sangat luar biasa. Inilah kronologinya, tadi malam aku mengikuti pengajian akbar di FITK Walisongo yang di adakan HMJ PAI. Karna pembicaranya dari rembang maka aku tertarik untuk hadir.
                Sebetulnya bakda mahrib aku sudah di telefon Faiz, karna di menelpon dari kartu telkomsel aku suruh untuk matikan dulu biar  aku mencari kartu telkomsel dulu. Aku meneruskan megedit tulisan yang ku persiapkan untuk blog baruku. Aku juga menulis satu artikel mengenai Sambel Tomat.
                Sebelum pergi ke pengajian,karna merasa lapar aku memasak nasi dulu dan membeli at goring di warung pinggir gerbang BPI. Baru setelah matang nasinya aku segera makan dengan lahap dengan si Juplek. Karna merasa bersyukur akan nikmatnya makan dengan sambel tomat hasilnya selesailah artikel tentang Sambel Tomat.
                Setelah menyelesaikan artikel Sambel Tomat dan mengedit beberapa tulasanku dua tahun lalu aku segera ke kampus. Hp, netbook aku masukkan ke dalam tas. Aku memakai sarung dan hem KAMARESA lalu segera meluncur ke FITK. Aku mengambil posisi duduk di depan dekanat FITK sekitar sepuluh meter di depann panggung utama. Di depan FITK kebetulan wi-fi nya nyala, aku menyalakan netbook dank ku posting tulisan yang sudah ku persiapkan sebelumnya.
                Aku tidak bisa focus mendengarkan ceramah yai Syarof, karna aku focus memosting tulisan. Tetapi sedikit menangkap apa yang di sampaikan yai. Salah satu inti nasihat beliau adalah, saat ini sedang terdiri krisis keyakinan yang melanda banyak orang termasuk para pencari ilmu. Nah, yai berharap kepada segenap mahasiswa UIN Walisongo untuk mennata keyakinan bahwa tuhan telah mempersiapkan kehidupan kita dan serius untuk menuntut ilmu.
                Aku sedikit merasa tersindir dengan nasihat yai yang ini, sebenarnya banyak nasihat lain tapi yang paling aku tangkap mengenai hal ini. Saat ini aku yang sering di landa ketidak percayaan akan masa depan sedikit teobati. Coba bayangkan, temanku di kampong sudah sukses membeli motor dan bisa membantu orang tuanya sedang aku masih meminta biaya dari orang tua. Itu membuatku merasa minder dengan teman sebayaku, bahkan ada beberapa temanku yang sudah menikah.
                Untuk temanku yang sudah menikah ini menambah beban mentalku karna aku  yang masih di biayai orang tuaku tidak berani yang namanya pacaran. Bagiku pacan membutuhkan biaya dan aku belum bisa mebcari biaya hidupku sendiri. Ah, itulah beberapa penyebab krisis keyakinan yang aku hadapi. Namun saat ini Alhamdulillah aku mendapat siraman nasihat yang menyejukkan dari yai.
                Aku merasa dalam jalur yang benar, meski temankunku juga berada dalam jalur yang benar. Kenapa aku pada jalur yang benar? Karna aku menuntut ilmu untuk aku  terapkan pada masyarkat. Cita-citaku ingin ikut berperan dalam pembangunan sebuah Negara ini yang sampai saat ini masih saja berada dalam lefel Negara berkembang. Aku ingi ikut memajukan bangsa yang sangat amat aku cintai.
                Itulah kronologi tadi malam, setelah selesai pengajian aku kembali ke kos. Niatku ingin menulis lagi, tapi aku tak kuat menahan kantuk yang memaksaku memejamkan mata. Hape sudah saya persiapkan di genggaman, jikalau Faiz menelpun aku segera mengangkat. Namun nyatanya aku baru bangun pagi ini dan tak terangkat telefon dari Faiz.          
                Aku melihat hape nokiaku, terlihat ada beberapa miskol dari faiz dan sms juga ada satu sms pemberitahuan untuk ngupul LPM IDEA. Itulah kronologi cerita tadi malam. Semangat menulis,,,,,,,.

0 komentar:

Posting Komentar