Sabtu, 17 Oktober 2015

entah

Entah
Oleh: Muhammad Shofwan Zaim
Di persinggungan titik koma
Di atas ratapan mahluk nista
Sungai cinta mengalir deras
Bermuara pada se gombyok untaian kata tak bermakna
Ruang kosong di kepala menjadi tempat sampah
Menampung bualan sampah mahluk sampah
Metabolisme dalam perut yang semula lancar
Kini isinya muntah
Karna Ruang kosong di kepala
Penuh buangan sampah mahluk sampah
Terbujur lesu
Terbaring gonjang ganjing
O
Aku ingat sapi tetanggaku
Menginjak-injak taman depan rumahku
Oh cintaku
Yang kadang menjengkelkan
Tapi aku rindu
Taman sederhana itu mengingatkanku pada cinta sejatiku
Yaitu
Kamu wahai yang mencintaiku
Bibir sungai itu berubah menjadi cinta
Yang membahagiakan anak
Anak-anak haus akan bahagia

Lapang dada menerima mainan menyehatkan

0 komentar:

Posting Komentar