Entah
Oleh:
Muhammad Shofwan Zaim
Di
persinggungan titik koma
Di atas
ratapan mahluk nista
Sungai
cinta mengalir deras
Bermuara
pada se gombyok untaian kata tak bermakna
Ruang
kosong di kepala menjadi tempat sampah
Menampung
bualan sampah mahluk sampah
Metabolisme
dalam perut yang semula lancar
Kini
isinya muntah
Karna
Ruang kosong di kepala
Penuh
buangan sampah mahluk sampah
Terbujur
lesu
Terbaring
gonjang ganjing
O
Aku
ingat sapi tetanggaku
Menginjak-injak
taman depan rumahku
Oh
cintaku
Yang
kadang menjengkelkan
Tapi
aku rindu
Taman
sederhana itu mengingatkanku pada cinta sejatiku
Yaitu
Kamu
wahai yang mencintaiku
Bibir
sungai itu berubah menjadi cinta
Yang
membahagiakan anak
Anak-anak
haus akan bahagia
Lapang
dada menerima mainan menyehatkan






0 komentar:
Posting Komentar