Rabu, 11 November 2015

FORMULIR PENDAFTARAN MENYAPA NEGRIKU

FORMULIR PESERTA
NAMA LENGKAP
MUHAMMAD SHOFWAN ZAIM
ALAMAT LENGKAP
RT 4 RW 2 PANOHAN GUNEM REMBANG
PROFESI
MAHASISWA AKIDAH dan FILSAFAT UIN WALISONGO SEMARANG
TEMPAT TANGGAL LAHIR
REMBAG 10 OKTOBER 1993
UMUR
22 TAHUN
PENGALAMAN ORAGANISASI
-OSIS MA NU LASEM
-IPNU PAC GUNEM
-KOORDINATOR ANGKATAN 2013 KELOMPOK STUDY MAHASIWA WALISONGO
-ANGGOTA LEMBAGA PERS IDEA
-KETUA DEPARTEMEN KAJIAN DAN WACANA PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA RAYON USHULUDDIN  KOMISARIAT WALISONGO
-PENGURUS HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN AKIDAH dan FILSAFAT
-KOMISI C BIDANG ADVOKASI SENAT MAHASISWA FAKULTAS USHULUDDIN
-PENGKADERAN KELUARGA MAHASISWA REMBANG di SEMARANG
RIWAYAT PENDIDIKAN
-TK PERTIWI DEMAAN GUNEM REMBANG
-SDN DEMAAN GUNEM REMBANG
-MTs AR ROHMAN 2 KEMADU SULANG REMBANG
-MA NU LASEM REMBANG
-MAHASISWA AKIDAH dan FILSAFAT UIN WALISONGO SEMARANG
-PONDOK PESANTREN ALHAMDULILLAH KEMADU SULANG REMBANG
-PONDOK PESANTREN AL FAKHRIYAH LASEM REMBANG
NOMOR HP
085740715120
EMAIL
ALAMAT SOSIAL MEDIA
facebook: Muhammad Shofwan Zaim
twitter     : @zaulma
HOBI
MENGGAMBAR
MENULIS
DISKUSI
STATUS PERNIKAHAN
-
DAERAH PILIHAN
-Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau
-Kabupaten Jayawijaya, Papua
-Kabupaten Sorong, Papua Barat

PENDAPAT DAN IMPIANMU TENTANG PENDIDIKAN INDONESIA :
,Pendapat saya mengenai pendidikan di Indonesia saat ini belum merata, masih banyak daerah terluar dan pedalaman Indonesia belum mendapatkan akses pendidikan dengan baik. Akibatnya, tingkat pengalaman dan ilmu pengetahuan anak-anak di masing-masing daerah berbeda.
Misalnya saja, pendidikan di daerah Semarang tempatku tinggal saat ini yang tergolong kota metropolitan, sangat berbeda dengan pendidikan yang ada di kampung halamanku di Rembang.  Di Semarang, kita akan sangat mudah dalam urusan mencari ilmu, mulai dari TK sampai Perguruan Tinggi ada semua.
Fasilitas pendidikan juga begitu, sebagai pendukung  kegiatan belajar mengajar sangat berbeda antara di desa  sama  kota. Kita ambil contoh yang sederhana, misalnya saja buku. Di kota banyak toko buku besar yang menampung banyak ilmu pengetahuan, sedang di desa tidak ada sama sekali toko buku.
Kegiatan belajar di desa hanya mengandalkan buku dari sekolahan, meskipun sekarang internet sudah masuk ke pelosok desa, namun saya rasa kegunaan internet masih sebatas dalam hal kebutuhan media sosial saja belum mampu di gunakan untuk mendukung proses pembelajaran.
    Sebenarnya jikalau kita mau meneliti, sangat banyak perbedaanya. Contoh di atas hanya mengenai fasilitas saja, belum ke tenaga pendidik dan lainya. kenapa saya mengambil contoh di Semarang dan Rembang? karna yang paling saya bisa memahami terkait kondisi pendidikan saat ini adalah di kota saya sendiri.
    Setelah saya melihat perbedaan yang mencolok antara Kota dan Desa maka saya bisa lebih membayangkan betapa timpangnya pendidikan antara di Kota sama daerah tertinggal yang sudah di pilih oleh Ditjen Dikti dalam program #MENYAPA NEGRIKU.
    Maka dari itu, saya sangat mendukung program Ditjen Dikti  dalam hal usaha untuk memperbaiki pendidikan Indonesia. Harapanku, pendidikan di indonesia bisa merata. semua anak di negri ini mendapatkan akses pendidikan dengan baik.
    Setelah semua anak Indonesia mendapatkan akses pendidikan dengan baik, harapanku sebagai anak yang merindukan kejayaan negri ini, yaitu  bisa meningkatkant status negara Indonesia yang masih di sebut sebagai Negara berkembang menjadi maju.
JIKA KAMU TERPILIH INPIRASI APA YANG AKAN KAMU BAGIKAN : Jika saya terpilih, maka saya akan membagikan inspirasi sesuai bidang saya. Karena saya mahasiswa Akidah dan Filsafat maka inspirasi yang bisa saya berikan adalah tentang betapa pentingnya pendidikan yang sudah di ajarkan oleh Nabi dan Rasul juga para Filusuf yang saya kagumi.
    Ada beberapa ayat Al Qur’an dan hadits nabi yang bisa saya sampaikan mengenai kewajibkan seseorang untuk menuntut ilmu dari lahir sampai ke liang lahat. Saya juga bisa menyampaikan betapa gigihnya para filusuf  dalam hal mencari ilmu sampai bisa mengubah dunia.
    Saya juga akan menyampaikan perjalanan hidupku sendiri sebagai anak desa yang menuntut ilmu di kota, juga beberapa kisah inspiratif yang di tulis dalam trilogi novel Andre Hirata.

CERITAKAN SINGKAT TENTANG PENGALAMAN ANDA MENGUNJUNGI BERBAGAI DAERAH DI INDONESIA : sebenarnya saya belum banyak mengunjungi daerah di Indonesia. Hanya ketika organisasi saya mengadakan advokasi, dan beberapa kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat , Alhamdulillah saya bisa ikut dan  mengambil  pelajaran yang berharga.
 saya juga pernah menyapa anak-anak SD, tanya-tanya tentang pelajaran, memberi semangat  juga bercanda ria saat ngetrip bersama teman-teman.  Contohnya,  ketika saya muncak ke gunung merbabu. Saya menyempatkan bercanda dengan anak-anak di desa Swanting yang sedang mengadakan kemah di pos dua pendakian.
Saat di puncak Sikunir  kabupaten Wonosobo juga, aku mengobrol dengan para petani kentang. Saya menanyakan kepada para petani kentang mulai dari kondis pertanian, pendidikan, sosial, budaya hinggai perekonomian di sekitar Dieng.
                Hanya sedikit itu yang bisa saya sampaikan, besar harapan saya bisa ikut program MENYAPA NEGRIKU, supaya bisa ikut berperan membangun pendidikan di negri tercinta ini dan besar harapan saya bisa mengambil pelajaran dari beberapa daerah terdalam yang sudah di pilih Ditjen Dikti.

LAMPIRKAN FOTO ANDA :



0 komentar:

Posting Komentar