Rabu, 11 November 2015

Gotong Royong 16 Feb.


Nggenjong Omah (Memindahkan rumah)

Desaku begitu sejuk, indah, damai juga budaya gotong royong khas pedesaan tak begitu luntur akan majunya zaman. Karna kondisi kesehatanku kurang baik rencana untuk kerja mencari uang untuk menambah keperluan hidup saat kuliah gagal, Liburan semester tiga kali ini aku hanya berdiam diri menikmati suasana Desa kelahiranku yang amat sangat aku cintai.

Kekagumanku pada desaku tak lain karna memang aku di lahirkan di sini, juga keramah tamahan penduduk, suasana yang nyaman, aman, damai, budaya gotong royong, nguwongke uwong, saling membantu dan masih banyak lainya. Seperti pagi ini, Minggu 16 februari 2015 tetanggaku mempunyai hajat membangun dan menghadapkan rumah ke barat yang semula menghadap ke utara, aku ikut serta memikul bambu yang di jadikan alat untuk memindahkan rumah. Ada rasa bangga tersendiri ketika bisa ikut serta dalam budaya gotong royong khas desa tersebut.

Awalnya aku tak punya niatan untuk ikut Nggenjong Omah lantaran yang di undang untuk Rewang (membantu) adalah bapak. Di kamar aku asyik menikmati kopi susu juga mendengarkan musik dangdut koplo, kebetulan lagi suka sama lagu Talineng asmoro. Terdengar Suara ramai di sebelah barat rumahku "ji,,,ro,,,lu. Ji....ro... Lu. Ayo,, ayo" (suara para tetangga yang sedang memikul rumah). Aku yang sedang asyik mendengarkan musik segera keluar ikut nimbrung. mulanya aku hanya melihat-lihat dan sempat memotret satu kali lewat hp, saat di depanku ada yang kurang orang untuk memikul, segera aku ikut memikul.

0 komentar:

Posting Komentar