ini respon terhadap isu agama yang marak di internet, ku pakai status di facebook.
Cuaca panas sudah biyasa, jika di tambah membaca tulisan yang mengundang
permusuhan, baru luar biyasa. Kenapa sekarang mulai berkembang paham
agnostik? Terutama di kalangan pemuda. Mungkin, bisa jadi, si agnostis
merasa malu dengan para pengikut agama yang tak mencerminkan ajaran
sesuai ketentuan. Lantaran malu, maka lebih memilih untuk menuruti kata
kebenaran hati, mencari kedamaian dan ketentraman, menghindari
permusuhan. Jika orang yang beragama terus-menerus di citrakan buruk
oleh media, konskuensinya ya semakin banyak yang lebih memilih jalan
spiritual di luar agama. Belum lagi banyak para politikus yang
mengatasnamakan agama demi menjalankan misinya. Benturan antar mazhab
yang terjadi di luar sana janganlah merembet ke nusantara. Benturan
antar mazhab sepertinya di jadikan alat propaganda yang efektif,
buktinya banyak isu darurat wahabi dan darurat syiah. kita orang asli
indonesia, saya yakin tidak mau ikut dalam benturan itu, maka toleransi
musti kita junjung tinggi. Kata apatis yang biyasanya dikonotasikan
sebagai sifat kurang baik, maka menurutku apatis terhadap hal yang
memicu instabilitas itu lebih baik.






0 komentar:
Posting Komentar