Rabu, 11 November 2015

respon isu

ini respon terhadap isu agama yang marak di internet, ku pakai status di facebook.


Cuaca panas sudah biyasa, jika di tambah membaca tulisan yang mengundang permusuhan, baru luar biyasa. Kenapa sekarang mulai berkembang paham agnostik? Terutama di kalangan pemuda. Mungkin, bisa jadi, si agnostis merasa malu dengan para pengikut agama yang tak mencerminkan ajaran sesuai ketentuan. Lantaran malu, maka lebih memilih untuk menuruti kata kebenaran hati, mencari kedamaian dan ketentraman, menghindari permusuhan. Jika orang yang beragama terus-menerus di citrakan buruk oleh media, konskuensinya ya semakin banyak yang lebih memilih jalan spiritual di luar agama. Belum lagi banyak para politikus yang mengatasnamakan agama demi menjalankan misinya. Benturan antar mazhab yang terjadi di luar sana janganlah merembet ke nusantara. Benturan antar mazhab sepertinya di jadikan alat propaganda yang efektif, buktinya banyak isu darurat wahabi dan darurat syiah. kita orang asli indonesia, saya yakin tidak mau ikut dalam benturan itu, maka toleransi musti kita junjung tinggi. Kata apatis yang biyasanya dikonotasikan sebagai sifat kurang baik, maka menurutku apatis terhadap hal yang memicu instabilitas itu lebih baik.

0 komentar:

Posting Komentar