MEJA KERJA
Aku kini punya meja kerja, meja
imut, meja belajar anak-anak. Meski bekas, dan entah punya siapa, aku anggap
meja belajar ini sebagai meja kerja karna mempermudah posisiku saat mengetik.
Meja ini aku dapat dari atap genting
tetangga kosku, yang sepertinya sudah tak terpakai lagi.
Waktu itu, setelah selesai
makan-makan dengan temen didepan sebelah utara kosku, aku nongkrong di atas
pagar pembatas yang kebetulan bisa di bilang lantai dua. Saat aku menghadap ke
sebelah timur sambil memandang mangga tetangga yang hampir masak aku melihat
meja ini tergeletak di atas genting yang sepertinya tidak berguna lagi. Karna
aku anggap meja ini bisa ku pergunakan maka aku ambil. Aku perhatikan,
Kerusakanya hanya pada kakinya yang tak bisa di tegakkan dengan sempurna. Bisa
di bilang reot, begitulah. Kondisinya sudah tembelan solasi dan bergambar
upin-ipin.
Meja kerja impian,,,,,,
Bagi pekerja kantoran pasti tidak
asing lagi dengan yang namanya meja kerja, namun itu tidak berlaku untukku
lantaran aku hanya orang desa yang bisa di bilang ingin punya meja kerja. Di
desaku yang punya meja kerja hanyalah kepala desa dan guru sekolah dasar,
sepertinya. Para petani kebanyakan yang di punyai yaitu cangkul, arit, bendo,
bel dan sejenisnya.
Aku juga pernah menjadikan meja bundar
di kamarku sebagai meja kerja, aku pernah berharap aku punya kamar kerja
sendiri untukku melaksanakan visi-misi dalam hidup. Saat itu aku terlalu
bersemangat, saking semangatnya aku sampai berucap, bahasa Indonesianya gini “lihat saja nanti, lima tahun lagi aku akan
punya meja kerja bagus dengan ruangan yang ber ac juga lengkap dengan fasilitas
pendukung kerja laiinya”, itulah.
Kenapa aku berucap begitu? Karna
saat itu aku lagi tergila-gila dengan yang
namanya de javu. Karna ternyata apa
yang ada dalam fikiranku mulai beranjak nyata, meski dalam kenyataanya
di penuhi dengan rasa pusing tak berkesudahan, namun semua mulai tampak, apa
yang ada dalam fikiranku dulu.
Karna aku menganggap do’a dan
dejavu tersebut sebagi sebuah sarana mewujudkan kenyataan maka aku mulai
memperjelas apa yang akan terjadi dalam
hidupku ke depan. Walhasil, aku ber ucap begitu sebagai do’a agar kedepanya aku
mempunyai meja kerja yang bagus dan bisa membawa manfaat besar dalam hidupku
terlebih bagi orang di sekelilingku bahkan negri tercinta ini.







0 komentar:
Posting Komentar