Rabu, 04 November 2015

MEJA KERJA



MEJA KERJA
Aku kini punya meja kerja, meja imut, meja belajar anak-anak. Meski bekas, dan entah punya siapa, aku anggap meja belajar ini sebagai meja kerja karna mempermudah posisiku saat mengetik. Meja  ini aku dapat dari atap genting tetangga kosku, yang sepertinya sudah tak terpakai lagi.
Waktu itu, setelah selesai makan-makan dengan temen didepan sebelah utara kosku, aku nongkrong di atas pagar pembatas yang kebetulan bisa di bilang lantai dua. Saat aku menghadap ke sebelah timur sambil memandang mangga tetangga yang hampir masak aku melihat meja ini tergeletak di atas genting yang sepertinya tidak berguna lagi. Karna aku anggap meja ini bisa ku pergunakan maka aku ambil. Aku perhatikan, Kerusakanya hanya pada kakinya yang tak bisa di tegakkan dengan sempurna. Bisa di bilang reot, begitulah. Kondisinya sudah tembelan solasi dan bergambar upin-ipin.
Meja kerja impian,,,,,,
Bagi pekerja kantoran pasti tidak asing lagi dengan yang namanya meja kerja, namun itu tidak berlaku untukku lantaran aku hanya orang desa yang bisa di bilang ingin punya meja kerja. Di desaku yang punya meja kerja hanyalah kepala desa dan guru sekolah dasar, sepertinya. Para petani kebanyakan yang di punyai yaitu cangkul, arit, bendo, bel dan sejenisnya.
Aku juga pernah menjadikan meja bundar di kamarku sebagai meja kerja, aku pernah berharap aku punya kamar kerja sendiri untukku melaksanakan visi-misi dalam hidup. Saat itu aku terlalu bersemangat, saking semangatnya aku sampai berucap, bahasa Indonesianya gini  “lihat saja nanti, lima tahun lagi aku akan punya meja kerja bagus dengan ruangan yang ber ac juga lengkap dengan fasilitas pendukung kerja laiinya”, itulah.
Kenapa aku berucap begitu? Karna saat itu aku lagi tergila-gila dengan yang  namanya de javu. Karna ternyata apa  yang ada dalam fikiranku mulai beranjak nyata, meski dalam kenyataanya di penuhi dengan rasa pusing tak berkesudahan, namun semua mulai tampak, apa yang ada dalam fikiranku dulu.
Karna aku menganggap do’a dan dejavu tersebut sebagi sebuah sarana mewujudkan kenyataan maka aku mulai memperjelas apa yang  akan terjadi dalam hidupku ke depan. Walhasil, aku ber ucap begitu sebagai do’a agar kedepanya aku mempunyai meja kerja yang bagus dan bisa membawa manfaat besar dalam hidupku terlebih bagi orang di sekelilingku bahkan negri tercinta ini.

0 komentar:

Posting Komentar