Misteri
Misteri, semua orang ingin
memecahkan misteri dalam hidupnya masing-masing dan setiap orang pasti punya
misteri. Akupun begitu, mengejar apa yang ada dalam impianku terasa sangat
berat ketika berhadapan dengan misteri.
Banyak yang berkata kalau mati,
jodoh, rizki adalah misteri yang di buat tuhan untuk kita. Benarkah demikian?
Pertanyaan itupun menjadi misteri untuk aku jawab. Banyak orang berkeluh kesah
meratapi nasib di pinggir jalan, itu karna misteri rizkinya belum mampu
terungkap. Orang yang berfoya-foya di tempat mewah itu belum bisa menemukan
misteri kesadaran hati, begitupun anak yang sibuk berkaca, berusaha tampil
sempurna, meski di dunia ini tak ada yang sempurna. Dia ingin memecahkan
misteri mengenai siapa jodohnya.
Jodoh memang gampang-sulit untuk di
temukan, menjadi pribadi yang riang, ceria kepada semua orang itu sulit bagi
beberapa orang yang jarang kumpul dengan banyak teman. Setiap orang ingin
mengejar jodohnya kemanapun, bahkan di dalam syair banyak yang mengatakan
gunung akan kudaki lautpun kan ku arungi. Itulah ungkapan yang memang pas
jikalau manusia memperjuangkan cintanya untuk bersama jodohnya mengarungi hidup
di dunia yang sementara ini.
Biarpun memilih jodoh itu sulit,
tapi banyak yang menganggap enteng. Buktinya banyak playboy dan playgirl,
mereka itu termasuk golongan yang meremehkan jodoh, bahkan jodohnya sendiri di
abaikan hanya untuk kesenangan sementara, hanya untuk menikmati hidup di masa
muda. Benar sih, hidup adalah pilihan. Tapi se enggaknya kita harus meyakini
bahwa jodoh terbaik bagi diri kita haruslah orang yang bersih, tanpa noda cinta
palsu sedikitpun dari orang lain. Jika anda meyakini itu, ya harus menghapus
pilihan untuk menjadi playgirl maupun playboy.
Cinta, ada gak ya,,, yang tidak
percaya dengan cinta? Pastinya ada dong. Buktinya banyak yang berprilaku
laiknya binatang. Saling memangsa, membunuh, menerkam dan prilaku yang tidak
memanusiakan manusia lainya. Itu sebuah bukti jiakalau memang cinta adalah
sebuah anugrah dari tuhan, jadi orang yang tidak mencinta berarti tidak dekat
dengan tuhan. Meskipun dia berargumen tentang agama, jika prilakunya tidak
mencerminkan manusia pecinta maka dia tidak di sebut mengenal tuhan, apalagi
dekat.
Berbicara cinta tak aka nada
habisnya, cinta hidup sejak manusia ada bahkan sebelum manusia ada yaitu ketika
tuhan menciptakan jagat raya ini, itu atas dasar cinta dan kasih tuhan yang
melekat dalam sifat agungnya.






0 komentar:
Posting Komentar