Rabu, 11 November 2015

pagi menullis




Pagi yang indah
terbayang semua cahaya hati
Nyawa nyawa lagi sibuk menacari raganya
Raga yang sudah tergabung  dengan nyawanya
Telah sibuk dengan segala aktifitasnya

Sopir sopir mengendrai mobil
Pegawai terlambat ke kantor
Dewan perwakilan rakyat  bolos kerja
Para guru dan dosen malas malasan di kelas
Sedang aku sendiri sibuk menikmati tidurku

Gak terasa cahaya matahari sudah menembus tembok  kamar kos ku yang saat itu berantakan gak ketulungan. Teman kos yang lagi di telan gugup, terges-gesa menuju kampus.
Dia pikir, jika terlambat akan di marahi dosen . Eh, ternyata dosenya sendiri gak masuk.

Itulah wajah pendidikan yang katanya bagus, titel mahasiswa tapi belum mengerti bagaimana menjadi manusia sewajarnya. Aku melihat, umumnya mahasiswa, di kungkung oleh kesibukan menggarap tugas yang belum tentu ia pahami sedang ilmu ilmu yang tersebar di luar kelas di abaikan, padehal ilmu yang ada di luar kelas itu lebih mudah di pahami dan di terapkan dalam kehidupan sehari hari.
Aku mengoreksi diri sendiri
Aku mengaca
Aku lihat rambutku
Aku lihat wajahku
Aku lihat tubuhku hingga penampilanku
aku ber ucap dalam hati
Kenapa begini? Kog gak begitu, kenapa gak bisa kayak itu
Perasaan kegelapan hati, yang sering menghantuiku, rasa kurang syukur  melekat  pekat  dalam diriku


0 komentar:

Posting Komentar