Pagi yang indah
terbayang semua
cahaya hati
Nyawa nyawa
lagi sibuk menacari raganya
Raga yang sudah
tergabung dengan nyawanya
Telah sibuk
dengan segala aktifitasnya
Sopir sopir
mengendrai mobil
Pegawai
terlambat ke kantor
Dewan
perwakilan rakyat bolos kerja
Para guru dan
dosen malas malasan di kelas
Sedang aku
sendiri sibuk menikmati tidurku
Gak terasa cahaya matahari sudah menembus tembok kamar kos ku yang saat itu berantakan gak
ketulungan. Teman kos yang lagi di telan gugup, terges-gesa menuju kampus.
Dia pikir, jika terlambat akan di marahi
dosen . Eh, ternyata dosenya sendiri gak masuk.
Itulah wajah pendidikan yang katanya bagus,
titel mahasiswa
tapi belum mengerti bagaimana menjadi manusia sewajarnya. Aku melihat, umumnya mahasiswa, di kungkung oleh kesibukan menggarap tugas yang belum tentu ia pahami
sedang ilmu ilmu yang tersebar di luar kelas di abaikan, padehal ilmu yang ada di luar kelas itu lebih mudah di pahami dan di
terapkan dalam kehidupan sehari hari.
Aku mengoreksi
diri sendiri
Aku mengaca
Aku lihat
rambutku
Aku lihat
wajahku
Aku lihat
tubuhku hingga penampilanku
aku ber ucap
dalam hati
“Kenapa begini? Kog gak begitu, kenapa
gak bisa kayak” itu
Perasaan
kegelapan hati, yang sering menghantuiku, rasa kurang syukur melekat pekat
dalam diriku






0 komentar:
Posting Komentar