Rabu, 04 November 2015

SAMBEL TOMAT



SAMBEL TOMAT
                Nasi tanpa sambel tomat bagiku bagaikan sayur tanpa garam. Jika anda orang Indonesia, khususnya orang jawa pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya sambel tomat. Apapun lauknya, apapun sayurnya, sambel tomat akan cocok di sandingkan dengan nasi.
                Sambel tomat terdiri dari berbagai bumbu khas Nusantara, ada tomat pastinya, Lombok, bawang, brambang, uyah dan gula jika mau menambah manis pada sambal.  Dengan bumbu yang mudah di dapat tersebut, sambel tomat menjadi teman makan nasi di kalangan masyarakat menengah maupun atas.
Aku yang sejak kecil hidup desa, dengan kesederhanaan hidangan yang di persiapkan ibu, pastinya sambal tomat tidak pernah absen. Selain rasanya yang mantap, sambel tomat sudah cocok di lidah sejak aku kecil. Biyasanya ibuku membuat sambel tomat pada sore hari, hidangan sederhana tempe goreng dan sambel tomat menjadi pemuas lidah.
Ada beberapa macam cara memasak sambel tomat, tinggal selera pemasak. Biyasanya ibuku jika merasa capek badanya, memasak sambel tomat dengan sederhana. Tinggal mengukus tomat, Lombok, brambang dan bumbu lain pada penanak nasi. Setelah nasinya matang, baru di ambil lalu taruh di coek langsung uleg. Jadilah sambel tomat yang lezat.
Ibuku juga mengajariku cara lain memasak sambel tomat. Pertama, goreng Lombok, tomat beserta bumbu lain hingga tercium aromanya, tapi jangan sampai matang apalagi sampai gosong. Setelah di goreng, taruh di coek lalu uleg sampai lembut.  Setelah di uleg sampai lembut goreng lagi dengan sedikit minyak goreng. Wah, jadinya saya jamin maknyoooos.
                sambel tomat kini makin moncer ketika di pakai hidangan bersama tempe, lele, ayam ataupun beberapa gorengan lain yang di sediakan warung penyetan. Warung penyetan khas Lamongan kini sudah tersebar di seluruh penjuru Nusantara, bahkan ada beberapa di luar negri.
Walaupun kini aku hidup di kota metropolitan Semarang, sambel tomat tetap menjadi pilihan makan. Aku terbiyasa, ketika sore hari memesan tempe penyet di warung penyet samping perumahan BPI (bumi persada indah) Ngaliyan. Setiap memesan pasti antri panjang, banyak anak kampus menjadikan masakan penyetan sebagai makanan sore atau malam hari.
Saya melihat, hampir warung penyetan di setiap kota tak pernah sepi dari pembeli. Itu menunjukkan bahwasanya memang sambel tomat cocok di lidah masyarakat. Selain harganya bisa di bilang murah, tapi rasanya wah.
Sambel tomat kini tersedia di warung sederhana sampai beberapa tempat makan kelas atas. Banyak di kalangan pebisnis yang tertarik mendirikan warung makan yang menyediakan sambel tomat, buktinya, setiap kota banyak deretan warung yang menyediakan sambel tomat.
Bagiku sambel tomat adalah teman makan yang tidak bisa di tinggalkan, selain rasanya menggugah selera sambel tomat juga saya rasa banya mengandung gizi. Tomat adalah buah yang kaya manfaatnya  bagi tubuh kita, belum lagi bumbu-bumbu lain. Pastinya akan membuat tubuh kita menjadi segar bugar, karna kalau kita makan sampai kepedesan tanpa kita sadari  akan mencari minum yang segar. Biyasanya kalu kepedesan carinya minuman yang manis lalu di ahiri minum air putih. Jika kita banyak mengkonsumsi air putih itu artinya kita menyuplay kebutuhan air putih dalam tubuh kita.
Bagi orang perokok sepertiku, sambel tomat juga sangat berguna. Sudah menjadi kebiasaan perokok jika selesai makan langsung menyalakan rokok untuk di nikmati.. apalagi jika selesai makan nasi dengan sambel tomat, wah ,,,,, gak kebayang bro,, betapa nikmatnya merokok dalam keadaan selesai kepedesan. Suer ini, kalau gak perecaya coba Tanya pada perokok di sekelilingmu.
Sambel tomat, oh sambel tomat…….!

0 komentar:

Posting Komentar