Rabu, 11 November 2015

AKU DAN SENJA



AKU DAN SENJA

Senja, di antara beberapa santapan berita, aku lebih memilih memandangmu tenggelam. Internet sebagai medi informasi, seringnya aku gunakan untuk baca-baca berita, artikel menarik, beberapa media sosial, konten senonoh sampai update nomer togel hahaa,,,. Semua itu aku sering browsing di sela-sela kegiatan rutin kuliah maupun di organisasi ekstra kampus.
Sore hari, menjelang terbenamnya matahari seperti saat inilah aku sering nongkrong di gazebo belakang dekanat Fakultas Ushuluddin UIN Walisongo. Di situ pemandanganya mateb, indah sekali, bisa melihat senja, beberapa perumahan warga, kawasan industry Semarang sampai laut yang elok. Memang ketika sore hari di sepanjang jalan menuju kampus tiga UIN Walisongo jika dari kampus dua menjadi tempat nongkrong beberapa mahasiswa bahkan banyak mahasiswa luar kampus yang menyempatkan menikmati sore disitu, tak hanya mahasiswa masyarakat umum juga ada.
Kenapa aku lebih memilih di belakang dekanat? Kog tidak di juras?  karna di situ tersambung wi-fi dari kantor dekanat, jadi bisa melihat pemandangan yang indah, rokokan sambil menikmati fasilitas kampus rasanya bisa mengurangi beban hidup. Bicara soal berselancar di dunia maya, konten yang pertama kali saya buka pasti facebook, entah kenapa media sosial yang satu ini tak dapat tergantikan dari yang lain. Selain facebook biyasanya menilik twitter sebentar.
Senja dan berjuta harapan,,,,,,,!
Seperti di film titanic yang tokohnya merasakan kencangnya angin di ujung depan kapal, atau sperti film 5cm yang menikmati angin sambil memandang indahnya persawahan,  aku di sini terkadang juga sesekali merebahkan tangan, menghirup udara sedalam-dalamnya lalu melepaskan pelan-pelan sembari menatap laut yang menggambarkan bentuk bulat dunia. Di situ, saat merebahkan tangan rasanya timbul semangat untuk menaklukkan dunia, mengejar cita-cita dan membahagiakan orang tua. Di situ juga tempat melepas beban, melepas semua kenangan buruk di kampus.
Ceroboh,,,,,,sebelum tulisan ini saya lanjutkan, aku sedikit kesal karna beberapa paragraph yang telah aku tulis hilang lantaran saat aku mengangkat netbookternyata batrenya menyangkut karpet dan mati. Haduh,,,,, nyesel aku, padehal aku sudah menulis beberapa harapan . tapi tak apalah semoga itu menjadi penyemangatku untuk tetap menulis. Karna mengutip Pram “menulis adalah bekerja untuk keabadian”, dari omonganya pram tersebut aku ingin punya sebuah karya yang bermanfaat dan menginspiirasi banyak manusia terkhusus menginspirasi masyarakat Indonesia agar tidak kalah dengan bangsa lain. Aku ingin mengatakan kalau aku sangat cinta Indonesia.
Mulai ku tulis lagi, harapan,,,,,,!


Senja dating lagi
Kali ini, harapan jangka pendek yang dating, setelah seharian belum minum dan makan, kali ini seperti puasa saja. Harapan sederhana itu makan dan minum air putih dingin. Tadi pagi hhanya memakan setengah buah pir yang terletak di meja netbook ku saat ku tinggal ke kamar mandi. Aku tak tau siapa yang menaruhnya, semoga tuhan membalas kebaikan itu.
Harapan sederhana itu menambah semangatku untuk memikirkan segalanya, ingin aku menguak tentang riziki. Kenapa dengan rizki? Kemana larinya rizkiku? Untuk makan kali ini saja belum ada. Oh kenapa ini? Nasibkah, karana ekonomi Negara sedang terpurukkah. Harapan untuk hidupku sepertinya rendah. Kalau dalam keadaan seperti ini aku teringat sang demonstran yang namanya di kenang yaiti Soe Hok Gie.
Seperti Gie, akupun ingin melepaskan penatku di gunung. Tapi gunung saat ini telah ramai, untuk mencari ketenangan harus cari gunung yang masih sepi. Hari demi hari tak bisa lepas dari informasi, tapi semua bikin muak saja. Aku ingin kembali ke masa kecil dimana tak ada bahan fikiran yang aku cerna, yang ada hanya dunia main. Tapi aku sadar, aku adalah mahasiswa bahkan ada yang menyebutnya aktivis. Julukan itu sungguh aku harus berada dalam beberapa informasi meski semua itu aku anggap hoak dan hanya bikin sampah menumpuk di otak saja.

pagi menullis




Pagi yang indah
terbayang semua cahaya hati
Nyawa nyawa lagi sibuk menacari raganya
Raga yang sudah tergabung  dengan nyawanya
Telah sibuk dengan segala aktifitasnya

Sopir sopir mengendrai mobil
Pegawai terlambat ke kantor
Dewan perwakilan rakyat  bolos kerja
Para guru dan dosen malas malasan di kelas
Sedang aku sendiri sibuk menikmati tidurku

Gak terasa cahaya matahari sudah menembus tembok  kamar kos ku yang saat itu berantakan gak ketulungan. Teman kos yang lagi di telan gugup, terges-gesa menuju kampus.
Dia pikir, jika terlambat akan di marahi dosen . Eh, ternyata dosenya sendiri gak masuk.

Itulah wajah pendidikan yang katanya bagus, titel mahasiswa tapi belum mengerti bagaimana menjadi manusia sewajarnya. Aku melihat, umumnya mahasiswa, di kungkung oleh kesibukan menggarap tugas yang belum tentu ia pahami sedang ilmu ilmu yang tersebar di luar kelas di abaikan, padehal ilmu yang ada di luar kelas itu lebih mudah di pahami dan di terapkan dalam kehidupan sehari hari.
Aku mengoreksi diri sendiri
Aku mengaca
Aku lihat rambutku
Aku lihat wajahku
Aku lihat tubuhku hingga penampilanku
aku ber ucap dalam hati
Kenapa begini? Kog gak begitu, kenapa gak bisa kayak itu
Perasaan kegelapan hati, yang sering menghantuiku, rasa kurang syukur  melekat  pekat  dalam diriku


MBAH SAHAL



Jumat, 24 Januari 2014


Baru aku tahu, alam semesta tak sanggup menyembunyikan kesedihanya yang mendalam. Terlihat sejak seminggu ini, langit bersedih. Dia tumpahkan air yang ada dalam matanya hingga tak menyisa. Dia menangis ter eguk-eguk menahan luka di hatinya.

dia sadar tokoh republik Indonesia, tokoh islam dunia dari pulau jawa. di ambil oleh tuhan yang maha kuasa. bumi pun tak kalah sedihnya, selain sedih karnya di tinggal oleh manusia yang jauh dari cela. bumi jadi tindihan oleh banyaknya tumpahan air mata langit, juga ter lihat muram wajahnya.

di mana-mana, banjir melanda. ketika alam ini bersedih, apalagi kita sebagai manusia yang hanya setengah dari partikel atom. maha sangat kecil di banding dengan alam semesta. aku tak kuat menahan rasa, rasa yang tak bisa ku bayangkan betapa, ketika di tinggal sang idola
yaitu sang maha guru Indonesia.

langkahku mungkin te seok-seok kalu saja tidak di beri secercah ilmu belia yang melaut. dalam termenungnya hatiku, aku hanya bisa berdoa. buatku dan buat kita semua
semoga indonesia ke depan muncul mbah sahal- mbah sahal kecil yang mampu meneruskan perjuanganya. semoga simbah sahal sendiri bahagia di sisih allah yang maha kuasa.
 “Bumi Menangis Kehilangan  Pemimpin  Umat Islam”


Telah berpulang ke rahmatullah, ulama’ besar nahdlatul ulama yaitu KH Dr Muhammad Ahmad Sahal Mahfudz Hc, (ketua MUI pusat, rois am jam’iyyah nahdlatul ulama, pengasuh pondok pesantren matholi’ul falah Kajen, Margoyoso, Pati) jum’at 24 januari 2014 pukul 01.05 dini hari.
Berita duka yang muncul di media-media seluruh Indonesia mengabarkan tentang wafatnya ulama’ besar nahdlatul ulama’, saya sendiri baru tahu setelah terbangun dari tidur dan salah satu teman saya membuka sms nya lalu membacanya dengan sedikit keras mengabarkan bahwasanya mbah sahal tinggal, sontak saya kaget dan terpukul hati saya, innalillahi wa inna ilaihi rojiun, ucap saya.
Muncul dari hati yang terdalam keinginan untuk bisa mengikuti pemakaman beliau di kajen, tetapi keadaan tidak memungkinkan. daerah demak, kudus, jepara, pati sendiri dan juga daerah rembang di landa banjir sehingga memutus akses jalan. Saat ini saya ber ada di Semarang barat daerah ngaliyan tepatnya kampus 2 IAIN Walisongo, tak berdaya menahan hal yang ku inginkan, rasanya ingin ku terjang banjir yang menghalangi jalan tapi ya inilah kenyataanya aku hanya bisa menulis di notebook.
Fikiranku melayang-layang mengandai-andi jka seadainya aku punya holikopter, aku gak akan susah untuk pegi ke manapun yang ku inginkan, seaindainya aku punya jurus menghilang, seperti yang ada di cerita-cerita zaman dahulu, pastinya aku gak akan kesusahan saat mau pergi ke mana-mana. 


LOGIKA




LOGIKA

Logika adalah bahasa latin yang berasal dari kata logos, berati perkataan atau sabda, dalam bahasa arab di sebut mantiq, sedang di dalam kamus manjid di sebut sebagai ” hukum yang memelihara hati nurani dari kesalahan dalam berfikir”.

Hidup ini terkadang tidak bisa di logika kan, aku bangun tapi aku tak mengharapkanya tapi ketika aku tidur dan mimpi buruk, dalam hati kecil ingin segera bangun.

“tuhan, pagi ini aku berprasangka buruk padamu, tuhan, saat ini aku punya mimpi, wujudkanlah…!”.“tadi aku nonton film anak yang kuliyah di Harvard, dia cerdas, semangat, aku membayangkan jika esok kelak aku bisa berkunjung atau malah jadi mahasiswa di universitas Harvard aku akan senantiasa mengingat tulisanku ini. Bahwa aku pernah berdoa lewat tulisanku ini ya tuhan, wujudkanlah y,,,,,,!”

“ terkadang impian itu tak bisa di logika kan” seperti mimpiku ini, masak orang yang pemalas, bodoh, miskin harta miskin ilmu, gak punya mental dan sejuta kelemahanku lainya masak punya mimpi ke Harvard? Gak bisa di logika kan kan,,,,,?”.

Aku teringat salah satu mata kuliayahku yang gagal semester ini yaitu mata kuliyah reading conversation, yang saya tinggalkan karna aku gak bisa ngomong selama 10 menit pake bahasa inggris yang benar. Menyakitkan sekali menjadi orang bodoh,  padehal hanya ada lima tema yang di suruh untuk bahan menghhafalin pidatonya, tapi kenapa di liputi rasa  malas yang perlahan kan membunuhku.